Latar Belakang

 

Rubath Nurulhuda Adalah Wujud Nyata Dari Sebuah Keihklasan Dan Nilai Semangat Juang Yang Tinggi.Pesantren Ini Di Bangun Di Atas Pondasi Iman Dan Takwa,Serta Mengedepankan Ilmu,Amal Dan Pengajaran Yang Ada Di Dalam Nya.

Bermula dari sebuah mandat besar yang di gagas oleh sultonul ilm al habib salim bin abdullah bin umar asy syatiri kepada seorang muridnya kh. Saeful huda. Mandat tersebut berisikan perintah untuk beliau agar mendirikan sebuah pondok pesantren yang di beri nama “ NURUL HUDA “ Adapun penambahan kata rubath di awalnya itu sebagai bentuk ikatan yang menghubungkan rubathtarim di negri hadramaut yaman.karena disanalah beliau menimba ilmu dan berguru kepada al habib salim bin abdullah asy syatiri serta ulama lainya. Dengan semangat dakwah tanpa Lelah. Dan di dorong oleh keinginan guru pondok pesantren ini berhasil didirikan.

Latar Belakang Pondok Pesantren Merupakan Suatu Lembaga Pendidikan Yang Khas Di Indonesia, Tumbuh Dan Berkembang Di Tengah-Tengah Masyarakat Serta Telah Terujikemandiriannya Sejak Berdirinya Hingga Saat Ini. Pada Awalnya, Bentuk Pondok Pesantren Masih Sangat Sederhana. Kegiatan Diselenggarakan Di Dalam Masjid Dengan Beberapa Orang Santri Yang Kemudian Dibangun Pondokpondok Atau Kamar Sebagai Tempat Tinggal Para Santri. Pondok Pesantren Paling Tidakmempunyai Tiga Peran Utama Yaitu Sebagai Lembaga Pendidikan Islam, Lembaga Dakwah, Serta Sebagai Lembaga Pengembangan Masyarakat . Pada Perjalanan Lembaga Pendidikan Terdapat Masalah Yang Berhubungan Dengan Kemandirian Peserta Didik. Pertama, Munculnya Krisis Kemandirian Peserta Didik, Khususnya Di Lembaga Pendidikan Formal. Kedua, Pendidikan Sekolah Tidak Menjamin Pembentukan Kemandirian Peserta Didik Sesuai Dengan Semangat Tujuan Pendidikan Nasional. Berkaitan Dengan Hal Ini, Jika Dibandingkan Dengan Lembaga Pendidikan Formal, Pondok Pesantren Dipandang Mampu Untuk Membentuk Peserta Didik (Santri) Untuk Hidup Mandiri. Kehidupan Yang Mandiri Secara Empiris Banyak Ditemui Di Pondok Pesantren, .  Khususnya Pesantren Yang Berbasis Tradisional. Kemandirian Santri Begitu Tampak Dalam Kehidupan Sehari-Hari, Mulai Dari Mandiri Untuk Makan, Mencuci, Belajar, Mengatur Waktu, Mengatur Uang, Sampai Dengan Kemandirian Dalam Berpikir Dan Menentukan Pilihan. Hal Ini Tentu Tidak Terlepas Dari Kondisi Santri Yang Memang Dilatih Untuk Tidak Bergantung Pada Siapapun. Kemandirian-Kemandirian Seperti Ini Jarang Ditemui Pada Peserta Didik Di Lembaga Formal Sebab Penekanan Pendidikan Dalam Lembaga Formal Lebih Kepada Aspek Intelektual Dengan Bersandar Pada Kurikulum Semata, Sehingga Kemandirian Peserta Didik Layaknya Di Pesantren Kurang Terimplementasikan Dengan Baik.

Secara Konseptual, Karakter Mandiri Pada Peserta Didik Sangat Diperlukan, Selain Sebagai Orientasi Pencapaian Tujuan Pendidikan Juga Penting Dalam Rangka Mempersiapkan Generasi Yang Tangguh Dalam Menghadapi Kompleksitas Hidup Pada Abad Modern Ini. Tantangan Ke Depan Yang Akan Dihadapi Generasi Saat Ini Semakin Beragam, Sehingga Tidak Boleh Disepelekan Terutama Bagi Penyelenggara Pendidikan. Kondisi Ideal Masa Depan Bangsa Harus Dirancang Dari Sekarang. Sebab Jika Tidak, Maka Bukan Kemajuan Yang Akan Didapatkan Melainkan Kemunduruan Bagi Bangsa Ini. Dengan Begitu, Pendidikan Karakter Mandiri Menjadi Hal Penting Untuk Diterapkan Bagi Setiap Satuan Pendidikan. Dalam Hal Ini, Pesantren Menjadi Lembaga Yang Cukup Ideal Untuk Membentuk Peserta Didik Berkarakter Mandiri. Keberadaan Pesantren Mampu Memberikan Pengaruh Yang Cukup Besar Bagi Dunia Pendidikan Di Indonesia. Hal Ini Dikarenakan Pesantren Tidak Hanya Fokus Dalam Tranformasi Pengetahuan, Namun Yang Lebih Penting Adalah Pesantren Mampu Memberikan Transformasi Nilai Dan Kultural. Pendidikan Di Pesantren Telah Memenuhi Tiga Aspek Pendidikan Secara Seimbang, Yaitu Kognitif, Psikomotorik, Dan Afektif. Kondisi Ideal Tersebut Dijalani Peserta Didik (Santri) Sepanjang Waktu Selama Masa Pendidikan Di Pesantren. Berbeda Dengan Pendidikan Formal (Sekolah), Peserta Didik Memperoleh Pengawasan Dari Guru Selama Waktu Belajar Di Sekolah Saja. Pesantren Dengan Berbagai Harapan Dan Predikat Yang Dilekatkan Kepadanya, Sesungguhnya Mengarah Pada Tiga Fungsi Utama Yang Diembannya, Yaitu: (1) Sebagai Pusat Pengkaderan Pemikir-Pemikir Agama; (2) Sebagai Lembaga Yang Mencetak Sumber Daya Manusia; (3) Sebagai Lembaga Yang Mempunyai Kekuatan Melakukan Pemberdayaan Pada Masyarakat. Selain Ketiga Fungsi Tersebut, Pesantren Juga Dipercayai Dan Dipahami Sebagai Bagian Yang Terlibat Dalam Proses Perubahan Sosial Di Masyarakat . Dalam Rangka Mencapai Tujuan Pendidikan, Pesantren Secara Praktis Sudah Memainkan Peran Penting Dalam Proses Kegiatan Pendidikan. Hal Ini Tidak Terlepas Dari Peran Kyai Yang Selama Ini Menjadi Guru Sekaligus Tokoh Figur Di Masyarakat. Karakter Khas Yang Melekat Pada Kyai, Ia Biasanya Memiliki Komitmen Yang Kuat Untuk Mendidik Santri-Santrinya. Kyai Memiliki Visi Yang Jauh, Yaitu Membentuk Masyarakat Yang Madani, Serta Mengamalkan Nilai-Nilai Keislaman. Kyai Merupakan Salah Satu Komponen Pesantren Yang Sangat Penting. Peran Kyai Sangat Menentukan Arah Perkembangan Pesantren. Kajian Tentang Peran Kyai Tidak Dapat Dilepaskan Dari Aspek Kompetensinya. Sebab, Kompetensi Yang Dimiliki Kyai Akan Mempengaruhi Sistem Pendidikan Pesantren Yang Dipimpinnya. Kompetensi Kyai Tersebut Akan Menjadi Manifestasi Dari Seperangkat Kemampuannya Dalam Menjalankan Peranannya Sebagai Pimpinan Pesantren .Sehingga Karakter Santri Yang Terbentuk Tidak Bertolak Jauh Dari Karakter Yang Dimiliki Seorang Kyai. Kyai Dan Pesantrennya Senantiasa Membentuk Kemandirian Santri Dalam Berbagai Aspek Kehidupan. Bahkan Sejumlah Pesantren Berkembang Lebih Maju Lagi. Perkembangan Tersebut Menerapkan Konsep Kemandirian Santri Dengan Memperkenalkan Semacam Kegiatan Ketrampilan (Vocational). Salah Satu Pesantren Yang Menekankan Aspek Kemandirian. Hal Ini Dibuktikan Dengan Beberapa Kebijakan Yang Menuntut Para Santri Untuk Berlaku Mandiri. Kebijakan-Kebijakan Tersebut Diantaranya; Adanya Tata Tertib Pesantren, Wajib Mengikuti Kegiatan Pengajian, Shalat Berjamaah, Melaksanakan Shalat Tahajud, Mengikuti Riyadhoh Dan Muhadhoroh, Piket Kebersihan, Piket Memasak dll.semua itu bertujuan untuk mendidik santri agar hidup mandiri dihari nantinya. Demikian latar belakang singkat kami terimakasih